Aya Brought Me Here
Look!!! Life isn't to be cried but to be fought for ^^,
Wednesday, 14 December 2011
Life is an Adventure
Kulihat seorang gadis berdiam diri di persimpangan jalan. Dia tampak sangat kebingungan memilih jalan yang akan dia ambil. Dia tak bertanya pada orang yang lalu lalang di sekitarnya, dia hanya terdiam tertunduk sendiri.
Lalu kuhampiri dia, kutanya dia, "hendak kemana, nona?" Nona menjawab dengan lirih, "aku tak tau hendak kemana dan jalan mana yang harus aku ambil." Aku pun tersenyum menjawab, "Jalan mana saja bisa kau ambil asal itu memang berasal dari hatimu dan kau tau tujuan akhir dari perjalanan yang hendak kau ambil tapi kau harus siap apabila nanti dalam perjalanan itu kau menemukan rintangan-rintangan yang bisa melambatkan perjalananmu atau juga dapat menghambatmu tapi kau juga akan menemukan orang-orang yang perlu bantuanmu dan mereka pasti akan membantumu juga." "Seperti yang kau lakukan padaku sekarang?" tanya si Nona padaku. Aku hanya menjawabnya dengan senyuman. Si Nona bertanya kembali, "Seperti apakah rintangan yang akan aku temui nanti? Dapatkah kau beritahukan kepadaku sehingga aku bisa mempersiapkan diriku?! Aku pun menjawab, "Nona, aku tak mengetahui rintangan apa saja yang akan kau temui nanti. Kita tak tau apa saja yang akan terjadi di masa depan nanti. Aku hanya bisa sekedar memberikan gambaran padamu Nona, mungkin nanti
Nona Kuat
Hei nona... katanya kau kuat, lalu mengapa kau menangis lagi?
Mengapa kau terisak-isak lagi?
Kau bisikkan padaku untuk menyampaikan pada dunia bahwa kau kuat.
Kau ingin aku memberikan rasa pada mereka bahwa kau kuat.
Tegaskan pada dunia dan dirimu bahwa kau memang kuat.
Iya, kau memang kuat...
Terkadang kau memang perlu menangis agar kau bisa melihat dunia lebih jelas dan cerah.
Tapi apakah kau tau bahwa sebenarnya kau jauh lebih kuat dari yang pernah kau bayangkan :)
Mengapa kau terisak-isak lagi?
Kau bisikkan padaku untuk menyampaikan pada dunia bahwa kau kuat.
Kau ingin aku memberikan rasa pada mereka bahwa kau kuat.
Tegaskan pada dunia dan dirimu bahwa kau memang kuat.
Iya, kau memang kuat...
Terkadang kau memang perlu menangis agar kau bisa melihat dunia lebih jelas dan cerah.
Tapi apakah kau tau bahwa sebenarnya kau jauh lebih kuat dari yang pernah kau bayangkan :)
Salam, Angin
Labels:
Story
Tuesday, 13 December 2011
Kadang-kadang kita...
Kadang-kadang kita lupa hendak menanyakan kabarnya...
Kadang-kadang kita selalu ingat dia tak ingat kita...
Kadang-kadang kita selalu lupa segala kenangan bersama...
Kadang-kadang kita hanya ingin tahu daripada mencari tahu...
Kadang-kadang kita hanya pandai berkata-kata daripada melakukannya...
Kadang-kadang kita tak sadar ada orang yang menyayangi kita...
Kadang-kadang kita tak sadar hati yang kita sakiti hati kawan kita...
Kadang-kadang kita tak sadar kita membuat seseorang kecewa...
Kadang-kadang kita tak sadar apa yang kita katakan kita lakukan...
Kadang-kadang kita tak tahu ada yang berat hati tentang kita...
Kadang-kadang kita tak tahu yang dia tak suka dari kita...
Kadang-kadang kita tak tahu yang serius itu memang benar serius...
Kadang-kadang kita tak menghargai kawan kita yang banyak membantu kita...
Kadang-kadang kita selalu ingat dia tak ingat kita...
Kadang-kadang kita selalu lupa segala kenangan bersama...
Kadang-kadang kita hanya ingin tahu daripada mencari tahu...
Kadang-kadang kita hanya pandai berkata-kata daripada melakukannya...
Kadang-kadang kita tak sadar ada orang yang menyayangi kita...
Kadang-kadang kita tak sadar hati yang kita sakiti hati kawan kita...
Kadang-kadang kita tak sadar kita membuat seseorang kecewa...
Kadang-kadang kita tak sadar apa yang kita katakan kita lakukan...
Kadang-kadang kita tak tahu ada yang berat hati tentang kita...
Kadang-kadang kita tak tahu yang dia tak suka dari kita...
Kadang-kadang kita tak tahu yang serius itu memang benar serius...
Kadang-kadang kita tak menghargai kawan kita yang banyak membantu kita...
Labels:
Poetry
Rasa yang Ingin Kupahami
Kau membuat aku menunggu
atau?
Akulah yang tak mengerti, inginmu
Bicaralah, atau tanyalah padaku?
Mari kita selami sedalam palung hati
hingga memutih kapur rambutku pun
Apa tetap seperti ini, kamu
Apa yang sebenar kita ingin saling arti, rasa?
Apa yang sebenar kita rasa, takutkah?
Bila nanti makin meraja sukma, cinta?
ah, kurasa beda
sedikit, mungkin mulai kupahami
ini tak mudah untuk
diterjemahkan hati
apalagi kata...
atau?
Akulah yang tak mengerti, inginmu
Bicaralah, atau tanyalah padaku?
Mari kita selami sedalam palung hati
hingga memutih kapur rambutku pun
Apa tetap seperti ini, kamu
Apa yang sebenar kita ingin saling arti, rasa?
Apa yang sebenar kita rasa, takutkah?
Bila nanti makin meraja sukma, cinta?
ah, kurasa beda
sedikit, mungkin mulai kupahami
ini tak mudah untuk
diterjemahkan hati
apalagi kata...
Labels:
Poetry
Tuesday, 15 February 2011
Indonesia, Human Error or Leadership Error??!
Negara kita Indonesia dikenal sebagai Negara terkorup, tapi sampai saat ini para koruptornya tidak pernah ditemukan atau sulit untuk ditemukan dan andaikan telah ditemukan proses penanganan hukumnya terkesan disembunyikan dari mata masyarakat. Kita juga tidak henti-hentinya mengalami musibah. Salah satunya musibah banjir yang kerap melanda Indonesia. Anehnya, walaupun sudah sangat jelas bahwa penyebabnya adalah penebangan liar atau sampah yang berserakan dan dibuang ke sungai atau got dan akhrinya menyumbat saluran pembuangan, tapi siapa pelaku jelasnya tidak juga pernah kelihatan atau diungkapkan. Tindakan pemerintah juga terkesan basa-basi. Para pejabat hanya sekedar berkunjung sambil mengucapkan “turut berbela sungkawa”.
Kemudian, selesaikah masalahnya? Tergantung dari mana kalian melihat. Bila anda termasuk kaum fatalis, yang menganggap segala sesuatu sudah ditentukan oleh Tuhan, tentu saja masalahnya telah selesai. “Ya, memang sudah takdir dari Tuhan”, kata mereka kaum fatalis. Pendapat ini sudah pasti di-amini oleh pemerintah. Buktinya, rapat kabinet akhirnya menyimpulkan bahwa penyebab bencana tersebut adalah curah hujan yang terlampau besar. Jadi, lagi-lagi Tuhanlah yang dianggap sebagai sumber permasalahan.
Lalu bagaimana dengan bencana yang bukan “disebabkan” oleh alam? Sama saja. Kecelakaan pesawat terbang atau kereta api misalnya. Hampir tiap tahun kita mendengar ada musibah yang terjadi. Ingin tahu penyebabnya? Kalau kita menanyakan kepada Menteri Perhubungan, ia pasti akan menjawab dengan keras dan lantang,”Human Error”. Ini semua karena masinis yang mengantuk atau tidak bagusnya sistem dan kondisi pesawat. Karena itu terimalah semuanya dengan penuh ketabahan, sambil berdoa agar tragedi itu tidak terulang lagi di masa depan.
Masalahnya tidak lah sesederhana itu. Pihak-pihak berwenang harus berani mengambil tanggung jawab. Orang yang bertanggung jawab senantiasa akan melihat dirinya sendiri sebagai sesuatu yang perlu dibenahi, bukannya orang lain. Bertanggung jawab, bukan mengkambinghitamkan sesuatu di luar. Apalagi menyalahkan Tuhan (tidak masuk akal). Bukankah hukum alam mengatakan bahwa ia atau Tuhan tidak akan merubah nasib kita kalau kita sendiri tidak berusaha untuk merubahnya??!
Labels:
Opinion
Wednesday, 9 February 2011
FIRST EXPERIENCE
A girl asks her boyfriend to come over Friday night to meet, and have a dinner with her parents.
Since this is such a big event, the girl announces to her boyfriend that after dinner, she would like to go out and make love for the first time.
The boy is ecstatic, but he has never had sex before, so he takes a trip to the pharmacist to get some condoms...
He tells the pharmacist it's his first time and the pharmacist helps the boy for about an hour. He tells the boy everything there is to know about condoms and sex.
At the register, the pharmacist asks the boy how many condoms he'd like to buy, a 3-pack, 10-pack, or family pack.
The boy insists on the family pack because he thinks he will be rather busy, it being his first time and all.
The boy insists on the family pack because he thinks he will be rather busy, it being his first time and all.
Labels:
Story
Subscribe to:
Posts (Atom)


